Tampilkan postingan dengan label PKI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Mei 2017

WOOW... Ternyata Pembubaran Paksa Pengajian Mirip Saat Masa Kejayaan PKI Tahun 1955-1965.Karena...



Pembubaran Kajian Remaja dengan narasumber Ustadz Felix Siauw menarik perhatian berbagai kalangan, salah satunya dari alumni The University of Tokyo Jepang Muhammad Najib.

Melalui akun facebook pribadinya, Najib menuliskan bahwa fenomena pembubaran pengajian yang terjadi di Indonesia saat ini mengingatkan pada masa-masa kejayaan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada era 1955 hingga 1965.

"Pada tahun 1955 saja, PKI berhasil meraih suara lebih dari 6jt, dengan basis utama di Jawa, khususnya Jateng & Jatim. Kriminalisasi ulama, ustadz, kyai pada jaman itu sudah biasa..jangankan da'i level kampung, ulama sekaliber Buya Hamka saja bisa dipenjara tanpa dosa" papar Muhammad Najib di akun Facebook pribadinya, senin(1/5/2017).

Alumni Ilmu Manajemen Univeristas Indonesia ini juga menjelaskan bahwa pada masa era 1955, PKI terus meniupkan kebencian antar kelas dihidup-hidupkan, penistaan agama pada masa itu terlaksana secara terstruktur, sistematis & massif mulai dari sekolah, universitas dan pemerintahan.

"PKI sangat pandai memanfaatkan kedekatannya dengan pemerintahan Nasionalis Soekarno, sehingga tdk sedikit kebijakan strategis & operasional pada masa-masa akhir ordelama dipengaruhi kuat oleh ide-ide PKI" jelas Najib.

Lebih lanjut Najib mengungkapkan bahwa adanya upaya membelah rakyat bisa jadi memang ada pihak yang sengaja membelah. Dan tidak menutup kemungkinan ideologi PKI saat ini sedang berkembang di Indonesia.

"PKI sebagai partai memang sudah bubar & sudah lama menjadi partai terlarang..tapi idelogi & pengikutnya yg banyak itu tentu tidak serta merta hilang..malah boleh jadi demokrasi saat ini memberi ruang ideologi PKI utk berkembang" tambah Najib.

Kamis, 09 Februari 2017

Takbir !!! "Musuh Kita Cuma Dua, PKI dan Antek-Anteknya Yang Ingin Hinakan Islam!”


Seruan untuk menolak wacana pembubaran Front Pembela Islam (FPI) mengemuka di tengah Aksi Bela Ulama yang digelar di Palembang, Sumatera Selatan, tadi siang (Jumat, 3/2).
Diberitakan RMOL Sumsel, setelah Salat Jumat di Masjid Agung Palembang, ratusan orang berkumpul di Bundaran Air Mancur (BAM) Masjid Agung untuk mengikuti unjuk rasa yang digagas Aliansi Muslim Nasional (Almunas) dan Front Pembela Islam (FPI) Sumsel itu.
Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Selatan, Muhammad Hidayat, turut dalam kegiatan itu.
Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa pihaknya akan ada di barisan paling depan jika ada yang ingin membubarkan FPI.
Dia mengatakan tidak ada alasan untuk membubarkan FPI karena Ormas itu didirikan berdasar UU dan aturan yang berlaku di Indonesia.
“Jika ada yang mau membubarkan FPI, apalagi kemarin yang demonstrasi minta pembubaran, kita doakan supaya cepat kembali ke jalan Allah” kata Dayat.
Praktisi hukum dari Tim Advokat Pembela Muslim, Mangku Anom, juga ikut berorasi dari atas mobil “komando”. Ia menyerukan pembelaan terhadap Imam Besar FPI, Habib Rizieq, yang kini tersandung banyak masalah hukum.
“Kami siap menumpahkan darah, membela FPI, membela Habib Rizieq. Bila bersinggungan masalah hukum, jangan takut. Negara kita negara hukum. Musuh kita cuma dua, PKI dengan antek-anteknya dan yang ingin menghinakan Islam,” ujarnya. (jk/rmol)

Takbir !!! "Musuh Kita Cuma Dua, PKI dan Antek-Anteknya Yang Ingin Hinakan Islam!”


Seruan untuk menolak wacana pembubaran Front Pembela Islam (FPI) mengemuka di tengah Aksi Bela Ulama yang digelar di Palembang, Sumatera Selatan, tadi siang (Jumat, 3/2).
Diberitakan RMOL Sumsel, setelah Salat Jumat di Masjid Agung Palembang, ratusan orang berkumpul di Bundaran Air Mancur (BAM) Masjid Agung untuk mengikuti unjuk rasa yang digagas Aliansi Muslim Nasional (Almunas) dan Front Pembela Islam (FPI) Sumsel itu.
Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Selatan, Muhammad Hidayat, turut dalam kegiatan itu.
Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa pihaknya akan ada di barisan paling depan jika ada yang ingin membubarkan FPI.
Dia mengatakan tidak ada alasan untuk membubarkan FPI karena Ormas itu didirikan berdasar UU dan aturan yang berlaku di Indonesia.
“Jika ada yang mau membubarkan FPI, apalagi kemarin yang demonstrasi minta pembubaran, kita doakan supaya cepat kembali ke jalan Allah” kata Dayat.
Praktisi hukum dari Tim Advokat Pembela Muslim, Mangku Anom, juga ikut berorasi dari atas mobil “komando”. Ia menyerukan pembelaan terhadap Imam Besar FPI, Habib Rizieq, yang kini tersandung banyak masalah hukum.
“Kami siap menumpahkan darah, membela FPI, membela Habib Rizieq. Bila bersinggungan masalah hukum, jangan takut. Negara kita negara hukum. Musuh kita cuma dua, PKI dengan antek-anteknya dan yang ingin menghinakan Islam,” ujarnya. (jk/rmol)